Pergi atau Tetap di Puncak Darma

Rabu 06/02 kemarin , Saya Bersama Heru bepergian menuju Ciletuh – Palabuhanratu UNESCO Global Geopark di Selatan Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan kami, menuju kesana akan memburu sunset di puncak darma yang dihadapkan dua pilihan tinggal atau tetap di Puncak Darma.

Berdua kami berangkat satu siang hari, dengan cuaca yang sedang terik-teriknya saat itu. Kami Menggunakan Sepeda Motor karena cukup menghemat waktu dengan jarak tempuh sekitar tiga jam untuk sampai menuju iconic taman bumi tersebut.

Bedrua kami memilih jalur cikidang, jalan yang cukup menantang dengan kelokan, tanjakan,turunannya dan jurang yang menamni selama perjalanan di Cikidang. Bagi yang pertama kali menggunakan jalur tersebut lebih berhati-hati. Selama perjalanan tersebut kami disuguhkan panorama kebun sawit.

Melewati Jalan Cikidang, kami pun tiba di jalan loji, jalan tersebut baru, dengan jalur ini kita bisa menghemat satu setengah jam menuju Ciletuh – Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Melewati jalan yang berkelok-kelok dan banyak tanjakan, jalan ini memberikan pemandangan tepi pantai sepanjang jalan.

Pemandangan tersebut, tidak buat kami bosan dan Lelah yang berangkat siang hari. roda dua kami yang dikendarai oleh heru terus di pacu, selama perjalanan yang sangat terik. Berdua kami optimis mendapatkan matahari terbenam yang sesuai harapan.

Setelah perjalanan, kurang lebih tiga jam kami berdua pun sampai di tempat yang menjadi ikon taman bumi Ciletuh- Palabuhanratu. Kami berdua pun beristirhat sambil menikmati panorama alam ciletuh dari puncak darma.

Tak lama kami istirahat, saya bersiap untuk mengambil gambar. Namun awan hitam mulai menghampiri kearah kami beridiri, waktu yang belum matahari terbenam awan hitam menutupi sang mentari tersebut.

Disana kami, mulai mempertimbangkan apakah kami akan melanjutkan perjalanan disini menunggu sampai tiba waktunya matahari terbenam. Setelah melihat pergerakan awan, kami berdua memutuskan untuk tetap tinggal di puncak darma.

Saya pun mulai memotret, karena antisipasi hujan jadi motret duluan. Jauh disana sudah terlihat awan yang disertai hujan. Namun saya tetap memotret, salah satu moment juga matahari dan hujan bersamaan.

Jadi pilihan kami tetap disini tidak salah, meskipun tidak sesuai perkiraan awal kami. Angin kecang menemani saat saya memotret, menghatarkan awan hujan semakin mendekat kearah kami berdiri. Tidak lama hujan itu turun mengantarkan kami menepi dan berteduh di warung- warung Kawasan puncak tersebut.

2 tanggapan untuk “Pergi atau Tetap di Puncak Darma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *