Makan Bajamba, Tradisi Makan khas Minangkabau

Padang – Makan Bajamba  sebuah  tradisi  makan yang dilakukan warga minangkabau dengan cara duduk bersama –sama dalam satu tempat  yang sudah disediakan. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat  disaat hari-hari besar  agama islam, upacara adat ataupun saat menyambut tamu.

Kali ini , makan barapak atau bajamba digelar  pada kamis malam oleh pemeritah Provinsi Sumatera Barat. Tiang-Tiang di setiap sudut memayungi  tempat yang berhiaskan  warna merah dan putih.

Petugas keamanan, mulai berjaga untuk mengamankan kawasan tersebut.  mulai yang berpakaian  baju  coklat, dan juga ada yang hijau loreng. Terdengar suara pluit di pinggir jalan   yang mengarahkan kendaraan untuk menepi.

Makan yang dilakukan bersama-sama, Akan diikuti ribuan  warga dan tamu undangan  mengikuti  acara tersebut . Maklum saja  makan bersama ala tradisi minangkabau ini dalam  acara  Hari Pers Nasional 2018.

Tempat makan pun sudah siap, ratusan  pingan berisi makanan  disiapkan untuk memanjakan   lidah  Para tamu. Panggung hiburan  sudah tampak, sang pngisi acara  bersiap  diri, untuk  membuat  rasa makan malam mereka berkesan dihati mereka.

Pingan berjejer masih ditutup oleh kain  dalam acara “makan bajamba” dalam rangka Hari Pers Nasional 2018 di Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2). Ribuan peserta dan tamu Hari Pers Nasional (HPN) 2018 mengikuti tradisi makan Minangkabau yaitu “makan bajamba”.

Para tamu sudah  berdatangan. Pandangan mata, tampak pejabat yang hadir dalam  tradisi makan   kali ini. Iringan pengawal, sorotan lensa,  suara kamera dan blitz cahaya, tak lepas merekam setiap gerak sang pejabat.  Para tamu, yang akan  merasakan hidangan  malam ini beragam,  terihat memakai pakaian batik,  tak sedikt juga  menggunakan pakaian khas minangkabau yang penuh khiasan di kepala.

Tamu  sudah  bersiap, menjajal  makanan khas-khas minang. Pandangan mata melihat lelaki sudah duduk dengan   gaya baselo, gaya duduk yang  diharuskan saat makan bajamba. sedangkan perempuan bergaya  bersimpuh seperti duduk ketika shalat,

Gemuruh suara, dari berbagai sudut mulai terdengar memang. Tampak juga ada yang berswa foto.  Papan panjang,dibalut karpet merah ini sudah  mulai di sesaki para tamu.  Yang siap memanjakan perut dan lidah mereka untuk menyantap makanan khas minangkabau.

Peserta Hari Pers Nasional memakai baju adat sedang berfoto dalam acara “makan bajamba” dalam rangka Hari Pers Nasional 2018 di Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2). Ribuan peserta dan tamu Hari Pers Nasional (HPN) 2018 mengikuti tradisi makan Minangkabau yaitu “makan bajamba”.

Makanan yang sudah disiapkan, terihat masih di tutup. Belasan pasangan penari, sudah siap diatas panggung dengan menggunakan peci hitam dan  juga pakaian  khas minangkabau. Penari berpakaian kuning menyala, bersiap untuk  membuka makan bajamba  yang diikutii ribuan orang.

Musik khas minangkabau, mulai  terdengar keras di kedua kuping . Sang penari, sudah melenggok lengokan tubuhnya. Senyum yang indah  wajah yang sumringah, menyambut  ribuan  wargayang memenuhi lapangan di museum adityawarman.

Tarian penyambut sudah mulai,penutup makanan pun sudah di buka oleh warga. Suara piring terdengar dari berbagai sudut, tampak menu makanan, tersusun dengan rapih  di samping pinggan. Menu makanan, gulai ayam, rendang  asam padeh daging yang lebih di kenal dengan anyang, gulai babat yang lebih di kenal dengan paruik lauak, karupuk tunjuk balado, terung buat digoreng pakai cabe, pergedel, dan ikan  dengn sayur berwarna kuning yang membuat saya menelan ludah ketika melihat hidangan.

Tarian Pasambahan dalam acara “makan bajamba” dalam rangka Hari Pers Nasional 2018 di Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2). Ribuan peserta dan tamu Hari Pers Nasional (HPN) 2018 mengikuti tradisi makan Minangkabau yaitu “makan bajamba” .

makanan semula berjajar rapi, kini perlahan satu demi satu makanan mulai berpindah ke piring para tamu. Ribuan tamu, tampak sibuk menyantap makan malam bajamba dengan iringan musik khas minang.

Pertengahan disela makan bajamba, tampak wanita menggunakan pakaian adat khas minang, berparas cantik dengan bibir yang merah merona oleh lipstik dan pipi merah oleh blush on. Perempuan  tersebut menghampiri pejabat yang menjadi tamu dan menawarkan makanan penutup yang ia bawa dalam hamparan.

Pejabat pun bergantian mencoba  makanan tersebut,  makanan penutup yang disajikan dalam makan ala tradisi minangkabau tampak  dalam pandangan terlihat sarikaya, inti ( sejenis kue bola yang diisi kelapa ditengahnya), Kue dan pisang dengan disusun di atas piring.

Kehadiran saya disana, saat itu liputan dalam rangka Hari Pers Nasional 2018. Usai merasa cukup foto, saya pun  mencoba menu yang membuat menelan ludah ketika melihatnya. Saya pun mengambil nasi dan rendang padang dengan aroma ciri khasanya disertai telur dan prekdel kentang.

Menggunakan sendok dan garpu, saya pun menikmati makanan padang yang terkenal dengan  kelezatanya.  Rasa yang sudah teruji, membuat lidah  tak henti terus bergoyang menikmati makanan minang.  Karena kelezatanya, tak perlu waktu  lama  untuk menghabiskan sisa makanan yang ada dalam piring.

Usai menghabiskan makanan, kedua mata saya melihat hidangan yang disajikan,  mulai habis oleh para tamu. Saat ini tamu sedang mendengarkan perkataan dari sang pejabat diatas panggung.

Menggunakan pakaian adat khas minang beliau berucap. Ini makan bajamba terbanyak selama makan bajamba digelar,ribuan  orang  dari berbagai  penjuru  nusantara  menikmati makanan khas minang demgan tradisi  minangkabau.   tepukan tangan pun terlihat dan terdengar di tempat makan bajamba.

Tidak memakan waktu lama, sang pejabat itu pun diatas panggung. Beliau memgakhiri dengan ciri khasnya yakni melantunkan pantung, yang membuat para tamu tertawa dengan iringan suara tepukan tangan dari penonton.

Sesudah berpantun,  beliaun pun turun dari panggung yang berlatar rumah khas minangkabau, berjalan menuruni empat anak tangga menuju tempat makan bajamba. Para tamu pun perlahan sudah mulai menyusut,  sudah mulai kembali ke  tempat masing- masing.  terlihat mobil berwarna hitam dengan kawalan mobil memggunakan rotator biru sudah menanti sang tamu undangan.

Dengan kawalan, beliau pun berjalan dengan sesekali membenarkan posisi peci hitam. Menuju mobil  yang sudah menanti. Meja  panjang berbalut  karpet merah, kini sudah kosong ribuan tamu telah kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *