Tips Memotret Karnaval

Karnaval,  saat ini sudah  menjadi acara rutin di hamper setiap kota di Indonesia.  Biasanya karnaval ini diselanggarakan saat acara besar seperti hari  jadi  kota atau peringatan –peringatan  hari besar nasional.   Bagi fotografer karnaval , salah satu acara yang mungkin di tunggu-tunggu dan kali ini saya akan berbagi cerita tentang memotret karnaval. banyak  karnaval yang sering di selanggarakan, seperti karnaval keberagaman, kebudayaan, cap go meh, dan lain lain.

Ada beberapa hal yang perlu di ingat

Yang pertama, memotret karnaval  kondisi  badan kita saat itu harus prima, minimalisir bawaan yang dibawa, untuk memperingan beban dan tidak seakan akan ribet dan juga untuk  fotografer yang baru sebuah memotret karnaval di satu event,  sebelum berangkat  memotret  kita harus melakukan riset terlebih dahulu  dengan melihat  foto setahun sebelumnya pada event yang sama atau bagaimana foto karnaval tersebut. Tidak mengenakan jaket karena akan lebih terasa panas dengan kebutuhan air yang semakin tinggi. Datang lah sebelum acara mulai, minimal satu jam sebelum acara berlangsungf, dengaan datang sebelum acara kita akan lebih siap menahami medan, dan karnaval yang akan kita ambil dari sudut mana, dan apa saja yang akan diambil.

Yang kedua, kita harus tahu kapan karnaval di selanggarakan apakah  pagi,siang, sore  bahkan bisa saja malam hari.  Dengan mengetahui  waktu kita akan  tahu cuaca saat kita memotret dan bagaimana mensiasati tersebut.

  Yang Ketiga Memahami  rute perjalanan karnaval.

Tidak sekedar mengetahui rute karnaval, tapi harus memahami karena saat karnaval ketika kita ikut selama rute tentunya akan menghabiskan banyak tenaga  bahkan cenderung  fotonya tidak maksimal. Maka itu  denga  memahami rute kita dapat menentukan  dimana kita harus mengikuti karnaval,dimana kita harus menunggu  karnaval tersebut, seperti dititik banyak penonton yang akan menyambut atau menonton terus  latar ikon ikon kota tersebut.   Dan biasanya peserta karnaval akan tampil di  titik akhir panggung atau di garis finish biasanya tamun undangan akan menunggu disana. Peserta akan menampilkan yang sudah disiapkan di hadapan mereka.

Yang Keempat Mengetahui Konteks Karnaval.

Sebelum berangkat memotret, makan kita harus mengetahui apa yang akan kita potret  itu karnaval apa, banyak ragam karnaval di Indonesia,  dan mengenali peserta karnaval  mana yang bagus untuk di potret  ataupun tidak karena dengan mengenali karnaval tersebut kita akan dengan mudah  pemotretan kita serta menceritakan kepada pembaca nanti.
Yang Kelima  Masalah Kemanan.

Karnaval yang  biasanya di hadiri  penonton sepanjang rute, maka kita harus meningkatkan keamana  kita dari dompet. Lensa  dan barang yang dibawa oleh kita.  Sering terjadi saat  karnaval yang kehilangan benda berharga saat memotret. Maka dari itu bawa lah barang sekiranya perlu,

Antusiasme ribuan warga dalam menyaksikan acara perayaan Cap Go Meh Glodok 2018 di Sepanjang jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Ahad(4/3). Perayaan ini mengikutsertakan sedikitnya 2.000 perserta dari beragam latar belakang yang menggambarkan keberagaman Indonesia. Iman Firmansyah

 Yang Keenam Kemampuan.

Kemampuan teknis fotografi dan feel dalam fotografi, dalam memotret  karnaval sangat lah di lakukan karena, memotret  benda bergerak tentunya akan terasa lebih sulit  dibanding  benda diam,belum ekpresi mimik objek yang kita ambil,yang terkadang  momen yan bagus yang tak terkirakan dan kita harus sudah siap dalam hal itu.  moment seperti itu sangat cepat  peresekian detik maka lengah sedikit kita akan terlewat.

moment sang objek, pandangan mata melihat  kearah kamera adalah salah  foto yang memberikan kesan fotografer itu hadir dalam sebuah foto yang di hasilkan .  foto ini lebih memberikan cerita terhadap kehadiran sang fotografer.

Pilihan lensa, kadang menjadi penentu akan memotret  seperti ini Dalam memotret karnaval kita sering di bingungkan untuk memilih lensa lebar atau  memakai  lensa tele. Hal seperti ini sebelumnya kita rencanakan terlebih dahulu  bayangan kita akan menggunakan lensa wide di momen sperti ap dan dimana , dan menggunaka  tela ketika ada batasan yang kita tak bisa jangkau. Lebih baik sih kita menggunakan lensa yang sering disebut sapu jagat.


Foto Iman Firmansyah /Images.Imanfirmansyah.com

Yang Ketujuh Penyelanggaraan.

Tak semua, penyelangara paham akan kebutuhan fotografer  dalam sebuah karnaval atau bagaimana penempatan media atau fotografer dalam sebuah karnaval. Masih banyak penyelanggara yang tak memberikan space khusus bagi fotografer.  Pedahal tempat  bagi fotografer itu baik untuk kesuksesan acara  dan fotografer. Karena akan terkesan rapih sang fotografer  tidak kesana –kesini  terutama di panggung utama.

Yang Kedelapan  foto karnaval tidak membosankan. 

Foto karnaval, sebisa  mungkin  terlihat dinamis, variatif tidak membosankan, salah satunya dengan cara menggunakan  angel yang tak sama . dan objek karnaval yang tidak sama dan variatif lensa sehingga tidak menjadikan bosan bagi sang menikmmati foto.

Foto Iman Firmansyah /Images.Imanfirmansyah.com

objek yang memberikan kesan kebahagian dalam sebuah karnaval, interaksi dengan penonton, Seringkali fotografer, terlena akan satu peserta, yang seperti sang peserta  bajunya paling mewah atau paling keren. Sebenarnya sehingga melupakan peserta lain. Yang harus dihindari adalah ketika, memotret karnaval tahunan, hindari foto pengulangan sama dengan tahun sebelumnya, mencari yang berbeda dengan tahun sebelumnya  hal yang paling disarankan.

dalam sebuah foto yang terpenting, pesan foto yang akan kita sampaikan itu sampai kepada penikmat foto,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *