Jembatan Gantung Dan Danau Situ Gunung Kata Mereka.

Sabtu (8/3), Jembatan gantung Situ Gunung baru saja diresmikan pasca beroperasi sekitar hampir satu tahun lamanya. Jembatan ini terletak kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrangi, Kadudampit, Sukabumi. Jembatan gantung ini memiliki panjang sekitar 243 m dengan ketinggian 112 m dengan lebar 1,2 m ini di klaim sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.

Ini kali kesekian kalinya saya mengunjungi tempat wisata tersebut bersama teman saya, Heru yang juga sebagai admin kanal instagram I love Sukabumi. Kami menghadiri acara peresmian jembatan gantung oleh Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan. Sejatinya tak menyangka jika wisata yang satu ini belum diresmikan, nyatanya tepat di hari Sabtu lalu, Jembatan baru saja diresmikan.

Nada dukungan untuk kawasan wisata ini pun hadir dari kalangan netizen social media. Ucapan selamat dan harapan pun mengalir agar Sukabumi lebih dikenal lagi. Selain itu, banyak juga yang bertanya mengenai harga tiket untuk dapat masuk di kawasan wisata yang satu ini.

 Traveler tak perlu khawatir, untuk memasuki kawasan wisata Situ Gunung ini, untuk hari biasa dikenakan biaya sebesar Rp16000 namun jika hari libur mencapai Rp18500, dan untuk dapat merasakan sensasi melintasi jembatan gantung hingga ke Curug Sawer dikenakan biaya sebesar Rp50.000, sebuah harga yang pas apalagi ditambah dengan suguhan panorama alam yang menyejukkan.

 Traveler pun mendapatkan makanan dan minuman tradisional lho.  Sebenarnya layak atau tidak kah dengan harga tersebut? Saya pun bertanya kebeberapa pengunjung. Salah satunya Nia yang berasal dari kota mpek-mpek, Palembang. Perempuan berusia 24 tahun ini mengatakan, ini kali pertamanya menginjakkan kaki di kawasan Situ Gunung.

Baginya, kawasan Situ Gunung sebagai kawasan konservasi yang telah menyajikan keeksotisan alam yang memesona dengan berbasis ekowisata. Sebuah konsep pengelolaan objek wisata yang sangat menarik. Perpaduan alam, konservasi, dan pengelolaan berbasis kearifan lokal telah memberikan kesan tersendiri.

Namun ada beberapa hal yang menjadi catata menurutnya, kurangnya papan interpretasi sebagai edukasi wisatawan di berbagai spot andalan, mulai dari suspension bridge, curug hingga danau. Dengan adanya papan interpretasi ini kelak mampu memperkaya informasi pengunjung.

Kemudian, edukasi ke wisatawan yang dirasa kurang, terutama mengenai do and don’t selama di area wisata, hal ini dimaksudkan agar wisatawan memiliki kesadaran untuk bersama-sama, tidak hanya pihak pengelola kawasan baik pemerintah maupun private sectore (swasta) namun juga masyarakat dalam hal ini seluruh wisatawan untuk turut serta menjaga, Secara bersama-sama dan berperan aktif dalam mendukung upaya konservasi.

Selain itu, saya pun bertanya via shat whatsapp mesangger kepada ¬†Wira Nurmansyah, seorang travel blogger sekaligus berprofesi sebagai youtuber. Menurutnya “Oke kok harga segitu. Dapet snack dan minuman juga. Jembatannya bagus, safetynya bagus dan bisa motong waktu banyak kalau mau ke curug”. Ke Situ Gunung udah beberapa kali tapi baru sekali naik jembatannya. Paling khawatir yang area curug sih, kayak mau dibangun tempat2 foto ala-ala gitu. Sarannya kalo memang harus dibikin jangan pake warna2 yang malah ngerusak pemandangan aslinya.

Satu lagi, kali ini saya bertanya via shat whatsapp mesangger kepada Kiki jurnalis statsiun televisi swasta Indonesia yang pekan lalu melakukan peliputan di Sukabumi. Menurutnya “Worthy lah dengan harga segitu dapat sensasi nya, dapat adrenaline nya dapat tenangnya dapat alamnya. Makananya pun gak mahal, safety juga. cuma mungkin di air terjunnya kurang sesuatu (buatan) yg instagramable. Kan sayang tuh banyak space yg bisa di manfaatin untuk semakin menarik minat pengunjung”

Dari tiga cerita pengalaman para wisatawan tersebut, saya pun akan memberikan pendapat saya. Bagi saya, kawasan ini sudah tak asing, sudah tak terhitung lagi rasanya saya sudah kali keberapa ke sini. Namun bagi saya, setelah banyaknya perubahan dan penataan, ini memberikan nilai positif bagi wisata Sukabumi.

Secara akses, sekarang sudah lebih mudah dan ramah wisatawan, harga tiketnya pun bagi saya sesuai dengan fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola ke wisatawan. Namun sebagai fotografer, saya menilai kawasan Danau Situ Gunung sudah tak seindah dulu, Harga tiketnya pun sebanding dengan apa yang diberikan oleh pihak pengelola kepada wisatawan.

Pemandangan alam di Danau Situ Gunung Sukabumi, Jawa Barat, 2/5/2014. Images.imanfirmansyah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *