Bintan Triathlon, Ajang Olahraga Sekaligus Promosi Indonesia

Bintan Triathlon merupakan event tahunan yang sangat diminati oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Ajang olahraga yang sudah berlangsung hingga tahun ke-15 ini tidak hanya menyajikan perlombaan dalam tiga cabang olahraga berturut-turut yakni berenang, bersepeda dan berlari  namun juga memiliki konsep family tourism. Bintan Triathlon ini sekaligus menjadi magnet tersendiri untuk mengenalkan pesona Kota Bintan.

Kamis, 6 Juni 2019. Suasana lebaran idul fitri masih sangat hangat terasa, ketupat dan kue lebaran masih ada disetiap rumah. Namun saya pada hari kedua lebaran tersebut, justru pergi menuju Kota Bintan, Kepulauan Riau untuk memotret event Bintan Triathlon 2019 di Lagoon Bintan Resort.

Perjalanan yang sangat menarik, berangkat dari rumah harus berpikir agar tidak terjebak macet akibat libur lebaran. Pukul enam pagi saya berangkat dari kota kelahiran saya, Sukabumi. Selama perjalanan tampak dengan mata banyak pemudik dan juga para wisataman yang berniat untuk berlibur ke arah Sukabumi.

Selama perjalanan lancar tak menemukan hambatan dan tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 9 pagi. Suasana bandara yang belum terlalu ramai kala itu, maklum dikarenakan masih suasana lebaran, sehingga belum telihat aktivitas arus balik.

Sesampainya di bandara, saya dan teman pun bergegas melakukan check in, setelah itu kami menuju gate yang sesuai dengan petunjuk di boarding pass.  Kami pun terus berjalan sembari berbincang dengan membawa barang bawaan hingga sampai lah di ruang tunggu. Sembari menunggu, kami pun mengecek persiapan, bermain gadget serta menikmati panganan kue nastar yang saya bawa dari rumah untuk membunuh waktu saat itu.

Tak lama membunuh waktu di ruang tunggu, teman kami yang terbang dari Bandar Lampung pun tiba dan kami akan terbang satu pesawat, dan siap bertemu dengan teman kami yang telah  menunggu di kota Batam.

Tak lama berselang, akhirnya suara panggilan untuk penerbangan sudah terdengar, kami pun bersiap untuk masuk ke pesawat. Saya bergegas mencari tempak duduk, dan disambut dengan senyum manis sang pramugari sembari berkata “Nomor berapa mas? Kopernya biar kita nanti yang beresin sialahkan duduk mas”. Tampak dalam pandangan mata, pesawat yang kami tumpangi tak begitu penuh masih terlihat kursi kosong di depan dan belakang termasuk di bagian tempat duduk saya, masih tersedia satu kursi kosong.

Selama perjalanan yang memakan waktu selama satu jam tersebut, saya menyelami waktu dengan membaca majalah yang tersedia di depan tempat duduk diselingi dengan obrolan ringan bersama teman saya, namun tak lama terdengar suara bahwa penerbangan akan segera berakhir dan akan mendarat, nampak terlihat bandara Batam dari atas pesawat dengan landasan pacu yang sudah diguyur hujan.

Terdengar suara roda yang mulai diturunkan dan bersiap untuk landing dan pendaratan pun lancer, tak lama terdengar himbauan “Para penumpang yang terhormat, selamat datang di Batam, kita telah mendarat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, kami persilahkan kepada anda untuk tetap duduk sampai pesawat ini benar-benar berhenti dengan sempurna pada tempatnya dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan. Berakhirlah sudah penerbangan kita pada hari ini atas nama Lion Air dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat berpisah dan semoga dapat berjumpa lagi di dalam penerbangan Lion Air lain waktu. Sebelum meninggalkan pesawat, kami ingatkan kembali kepada anda untuk memeriksa kembali bagasi kabin anda agar tidak ada barang yang tertinggal. Para penumpang dengan lanjutan penerbangan silahkan melapor pada bagian layanan pindah pesawat di ruang penerbangan. Terima kasih”.

Kami pun bergegas turun dari pesawat dan menuju tempat pelaporan transit untuk melanjutkan penerbangan menuju Bintan. Sembari menunggu penerbangan selanjutnya, kami bergegas membawa barang bawaan menuju coffee shop yang berwarna hijau tersebut untuk bertemu dengan teman kami yang sudah menunggu sebelumnya. Kami berbincang sambil menikmati kopi, tak lama kami melihat jam ternyata waktu sudah mulai dekat dengan waktu penerbangan kami selanjutnya, kami pun bersiap menuju pesawat.

Perjalanan menuju Bintan memakan waktu selama 20 menit, kami disuguhkan panorama pelangi yang menghiasi langit sore kala itu,  landasan pacu yang sama basahnya menyambut kami saat pendaratan di Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Tak lama setibanya di Bintan, kami bergegas menuju hotel di mana kami menginap, tak jauh dari bandar udara kurang lebih memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Tampak oleh mata, matahari perlahan menunjukkan sinarnya setelah hujan turun membasahi tanah Bintan, tak lama langit Bintan pun berubah menjadi petang. Selanjutnya kami bersiap untuk makan malam sembari berbincang untuk agenda tiga hari kedepan dan persiapan Bintan Triathlon 2019. Usai makan malam, kami kembali menuju hotel untuk beristirahat, menyiapkan energi untuk hari esok.

Suasana hari kedua di Bintan, kami disambut awan berwarna abu-abu. Perjalanan kami dihari tersebut menuju objek wisata Gurun Pasir dan Danau Biru, objek wisata tersebut dulunya adalah bekas wilayah tambang dan saat ini sudah dimanfaatkan menjadi salah satu objek wisata yang menarik minat wisatawan yang berkunjung di Bintan.

Objek wisata Gurun Pasir sangat dipadati oleh wisatawan dari pelbagai daerah termasuk wisatawan mancanegara dari Taiwan. Namun belum lama kami di sana, hujan pun turun mengguyur langit Bintan. Lantaran cuaca yang kurang mendukung, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi kedua yaitu Bintan Lagoi Beach.

Di objek wisata Bintan Lagoi Beach tersebut banyak dijumpai wisatawan yang tengah menikmati suasana pantai sekaligus asyik bermain pasir, berswa foto, makan maupun bermain ATV ditengah langit yang mendung. Waktu sudah menunjukkan siang menuju sore, kami bergegas ketempat di mana Bintan Triathlon diselanggarakan, karena pada hari tersebut terdapat pertandingan kategori sunset swim classic.

Sesampai di sana kami melihat para peserta dari pelbagai negara di dunia bersiap untuk ikut dalam sunset swim classic. Pesertanya pun beragam, ada anak muda dan juga orang tua.  Semua peserta bersiap di garis start. Para pendukungnya setia menanti di garis batas. Suara terompet pun sudah dibunyikan. Ratusan peserta mulai berlari menuju tepi pantai dan segera berenang. Suara tepuk tangan pun mengiringi. Satu persatu, peserta tiba setelah berenang di tepi pantai sejauh 1000 meter. Usai acara tersebut, kami kembali menuju hotel. Perjalanan kami menuju hotel diiringi suasana matahari terbenam.

Tiba dihari ketiga, sekitar pukul 6 pagi kami sudah berada di lokasi acara Bintan Triathlon. Nampak terlihat sejak pagi sudah sangat ramai. Para peserta sudah bersiap, ada yang membawa sepeda, ada yang melakukan pemanasan dengan lari-lari kecil serta ada pula yang melakukan registrasi, suara lagu keras ala barat hip-hop pun mengiringi pagi itu.

Seiring waktu berjalan, cuaca yang berawan menghiasi hari ketiga kala itu pun tiba pada pukul 8:30 WIB, tanda acara akan dimulai. Kami bersiap untuk memotret, ada yang di tepi pantai dan saya pada saat itu justru memilih berada di lautan.

Kami bersiap di posisi masing-masing, tampak dari pantai terdapat dua wanita menarikan tarian selamat datang dihadapan peserta. Usai itu, lagu kebangsaan Indonesia Raya pun riuh berkumandang di Lagoon Bintan Resort, tempat di mana acara yang menggabungkan tiga jenis olahraga tersebut dilangsungkan.

Memasuki menit terakhir, semua peserta sudah bersiap. Aba aba mulai terdengar diiringi dengan suara terompet yang menandakan laga tersebut dimulai. Ratusan peserta menceburkan diri kelautan dan berlomba untuk menjadi yag tercepat.

Tak lama, hujan kembali membasahi langit Bintan, namun kami terus memotret. Namun tak lama dari itu, kami berteduh sambil menunggu peserta mencapai garis finish. Siang harinya matahari mulai menampakkan wujudnya dan menyinari Kota Bintan. Acara Bintan Triathlon ini masih berjalan dengan kelas olympic. Cuaca yang sangat mendukung saat itu, kami pun terus memotret.

Acara yang digelar kali ke-15 ini sukses terselenggara, meskipun terkadang cuaca berubah-ubah dari hujan sampai terik, namun tak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti ajang olahraga tahunan yang digelar untuk mengaet wisatawan baik domestic maupun mancanagera serta sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan wisata lewat olahraga triathlon yang  ramah akan wisata keluarga.

Satu tanggapan untuk “Bintan Triathlon, Ajang Olahraga Sekaligus Promosi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *