Makan Gonggong dan Es Koteng Pertama Kali di Tanjung Pinang.

Sabtu 8/6, kami menikmati kuliner khas Kepulauan Riau, yakni Gonggong. Gonggong merupakan biota endemik yang hidup di perairan laut kepulauan Riau dan menjadi kuliner khas setempat yang sangat diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara karena kandungan gizi dan rasanya yang lezat.

Malam terakhir di Kota Bintan, kami sempatkan untuk mencoba menikmati salah satu panganan khas tersebut tepatnya di Akau Potong Lembu yang konon disebut sebagai surganya pecinta kuliner nusantara, lantaran tempat tersebut menyajikan ragam kuliner khas dari Sabang hingga Merauke. Ciri khas dari Akau Potong Lembu adalah sajian makanannya yang segar, terutama untuk golongan seafood, seperti sop ikan, cumi-cumi, ikan bakar, serta gonggong yang merupakan makanan laut khas Kepulauan Riau. Akau Potong Lembu merupakan salah satu pusat kuliner yang terkenal dan hanya di buka pada malam hari. Saat itu, suasana langit malam Kota Bintan begitu terang, nampak terlihat kemerlap bintang yang memani rembulan, melengkapi romantisme suasana malam kami saat itu.

Akau Potong Lembu letaknya tak jauh dari tempat kami menginap, sehingga tidak memakan waktu lama di jalan. Sesampai di sana, kami sudah merasakan suasana wisata kuliner jalanan yang sangat dipenuhi oleh warga. Kami pun  mencari tempat duduk, sembari bola mata melirik ke kanan dan ke kiri, melihat makanan yang ditawarkan.

Saat kami duduk, tangan demi tangan berdatangan menyodorkan menu makanan. Dimulai dari seafood hingga pelbagai jenis makanan dan minuman. Kami akhirnya memilih untuk bergantian, mencari menu makanan dengan mengelilingi wisata kuliner jalanan tersebut.

Akhirnya setelah berkeliling, saya memilih menu udang asam manis, es koteng dan tentu kuliner khas Kepulauan Riau yaitu gonggong untuk dinikmati bersama. Nah dari ketiga yang saya nikmati, saya akan menceritakan dua menu yang saya pilih yaitu gonggong dan es koteng. Mengapa saya membahas kedua menu tersebut? Hal tersebut dikarenakan begitu menarik bagi saya.

Menyantap gonggong merupakan pengalaman kali pertama saya. Deg-degan awalnya, lantaran bentuknya yang menyerupai siput atau tutut. Tutut saja belum pernah saya coba, namun rasa penasaran yang lebih tinggi justru mengalahkan rasa deg-degan saya. Saya pun mencoba dan ternyata rasanya enak juga loh, semakin terasa nikmatnya jika dibubuhkan dengan saos. Panganan ini bisa dikonsumi langsung maupun disajikan dengan menu tambahan berupa nasi. Nah harga satu porsi makanan tersebut mulai dari 50 ribu hingga 80 ribu rupiah. Gonggong dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi, baik untuk memenuhi gizi anak, sehingga baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun sebaiknya, pangangan tersebut jangan dikonsumsi secara berlebihan karena selain memiliki kandungan protein yang tinggi ternyata memiliki kandungan kolesterol yang tinggi pula, sehingga disarankan untuk tidak dikonsumsi setiap hari.

Selanjutnya kita akan membahas es koteng, es koteng ini sama halnya dengan sekoteng di Tanah Jawa. Jika biasanya kita menemukan sekoteng dalam sajian yang hangat, namun kali ini berbeda. Kita dapat merasakan sajian sekoteng dalam bentuk es yang bernama es koteng sehingga menjadi pengalaman baru bagi saya mencoba sekoteng dengan sajian yang dingin tidak seperti biasanya. Es koteng ini  tidak menggunakan susu, sementara untuk toppingnya terdiri dari jamur, kacang, jagung, ubi, dan pacar china namun rasanya manis dan untuk harganya hanya dibandrol  13 ribu rupiah per porsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *