Nostalgia Makan Telur Gulung

Rabu 19/6, saya bernostalgia dengan salah satu jajanan tradisional yaitu telur gulung. Panganan ini tentunya sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Namun saat ini, saya baru mencicipinya kembali jajanan yang saya gemari di kala Sekolah Dasar (SD) tersebut, kira-kira umur 8 tahunan. 

Seakan bergerilya ke memori se masa SD, saat saya berada di Surade, Sukabumi di sebuah mini market yang terkenal dengan Raffi Ahmad sebagai brand ambassador nyatersebut. Tepat berada di pelataran mini market tersebut, terdapat banyak sekali pedagang yang berjualan, salah satunya penjual jajanan telur gulung. Seakan menjadi pelengkap yang sempurna, lantaran cuaca malam saat itu sangat dingin, ditambah aroma penggorengan yang khas wangi menggoda indera, sontak mata pun melirik dan tersuguhkan jajanan se masa kecil, tampak dengan tulisan “Cizz Egg“, langkah kaki pun mengantarkan saya kepenjual tersebut, sembari bertanya “Kang, sabaraha ? (kang, berapa?), dan penjual bermasker tersebut menjawab “Sepuluh ribu untuk 1 paket, isinya 6 gulung kang”, saya pun lantas menjawab “Ok, bikin 1 ya”. Sembari menunggu pesanan saya dibuat, saya pun melihat bagaimana proses pembuatan telur gulung tersebut, kurang lebih 5 menit (Kalau tidak antre ya), akhirnya pesanan saya pun jadi.

Telur gulung yang saya nikmati kali ini berbeda dengan telur gulung yang saya santap se masa SD. Bedanya, telur gulung yang sekarang lebih bersih dan bervariatif, tentu dengan pilihan saos yang beragam, mulai dari saos tomat, cabai, black paper hingga mayonaise. Heru, sang penjual telur gulung tersebut berkata “Ini kang mau pake saos apa?”, saya pun menjawab “Saya sendiri aja yang kasih saosnya”. Saya memilih semua saos dicampurkan dan ternyata rasanya enak.

Hasil telur gulung tersebut tidak begitu terasa penyedap rasanya, adonan telurnya pun digoreng dengan kering, sehingga tidak menyisakan minyak yang berlebihan, dan saat dicicipi hampir tidak ada minyak yang menempel di bibir. Jajanan telur gulung ini rasanya lebih enak dan sekaligus mengobati kerinduan saya akan masa kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *