Pesona Curug Awang Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Siapa yang tak tahu dengan Geopark Ciletuh? Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Sukabumi Jawa Barat ini ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark sejak 2018. Geopark  merupakan sebuah konsep manajemen pengelolaan kawasan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya, melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Pekan lalu, saya dan teman saya Hadi mengunjungi taman bumi yang berada di selatan Sukabumi tersebut untuk memotret. Salah satu destinasi wisata yang kami kunjungi ini masih dalam kawasan Geopark Ciletuh yaitu air terjun Curug Awang yang berada di Kecamatan  Ciemas. Persiapan pun sudah dilakukan, kendaran roda dua sudah siap mengaspal diteriknya kawasan tersebut. Perjalanan menuju Curug Awang memakan waktu selama satu jam dari ibu kota Sukabumi.

Tak lama, perjalanan kami pun sampai di Kawasan Ciemas, sontak terlihat petunjuk arah yang bertuliskan Curug Awang. Tak begitu risau, kami langsung mengarah ke sana. Selama perjalanan menuju Curug Awang terlihat pohon kelapa dan kondisi lahan persawahan yang sedang mengering. Perjalanan ini tak selancar melalui jalan utama, kami harus melewati jalan bebatuan untuk sampai ke curug tersebut. Selain pohon kelapa dan kondisi lahan persawahan yang sedang mengering, kami pun berjumpa dengan pengrajin gula kelapa. Aktivitas pembuatan gula kelapa ini menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat selain bertani.

Setelah kurang lebih 10 menit perjalanan dari jalan utama menuju tempat parkir, kami pun mulai memasuki kawasan Curug Awang, suara air jatuh dengan derasnya pun sudah terdengar. Kami langsung berjalan menuju titik suara tersebut, Sinar matahari pada saat itu tepat di atas kepala kami, namun hal tersebut tak menyurutkan langkah kami untuk lekas sampai di Curug Awang tersebut. Tak lama berselang, perjalanan kami pun sampai pada sebuah gazebo, terlihat Curug Awang yang dikelilingi persawahan dan perkebunan yang ditanam oleh warga setempat. Pesona taman bumi di sini sangat terasa, sejauh mata memandang tak hentinya memuji karya sang pencipta yang satu ini, sebuah panorama alam yang tersajikan bak sebuah lukisan tanpa celah, sangat memesona.

Tak lama beristirahat di gazebo, kami langsung mendekat ke Curug Awang dengan melewati jalan setapak persawahan lengkap dengan suguhan bebatuan, semakin menguatkan kawasan tersebut sebagai kawasan geopark. Selepas memotret Curug Awang, kami langsungkembali ke gazebo sambil beristirahat dan berbincang dengan penduduk sekitar sembari menikmati buah kelapa muda yang dipetik langsung dari pohonnya, air kelapa yang segar tersebut cukup menghilangkan rasa dahaga kami ditengah teriknya sang mentari lengkap dengan kencangnya hembusan angin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *