Dibalik foto Cap Go Meh Sukabumi

Peserta Kirab membawa Joli Kong Co Han Tan Ko (depan) dan Joli Dwi Kan Im Sam Pho Sat ( Belakang keluar dari Vihara Widhi Sakti Sukabumi dalam acara kirab budaya sukabumi Cap Go Meh 2020.

Perhelatan  Cap go Meh Sukabumi kembali digelar, melewati  sejumlah ruas jalan di Sukabumi.  Carnival yang diadakan satu tahun sekali ini, sering kali menjadi  hal -hal yang ditunggu  bagi  fotografer. 

Perhelatan  Cap Go Meh  yang identik dengan  barongsai dan  liong ini  menjadi daya Tarik bagi semua kalangan.  Sering kali fotografer dengan niat untuk memotret  acara tersebut, dari mulai ritual hingga akhir.

Fotografer dalam acara tersebut sudah bersiap untuk memotret. juru foto seringkali terlalu banyak motret liong dan barongsai. hal begitu akan  sadar akan ketika usai dia selesai memotret.  Hal tersebut tentunya tidak salah,  tergantung  fotografer mengkonsep cerita  fotonya bagaimana. Mau ikut alur acara atau  memang ambil tema sendiri.

Seperti  saya yang lakukan  sendiri,  memotret  cap go meh  sudah kesekian kali aku memotret. Namun tahun ini aku akhirnya mengambil  tema sendiri  dengan menampilkan kedamaian, keberagaman dan kebersamaan dalam NKRI.

hal ini agar, akan ada benang merah yang aku rangkai dari setiap moment. Hal tersebut aku mulai amati dan berpikir. Gambar apa saja yang memvisualkan  tema yang aku ambil. seperi contoh foto TNI yang  berpegangan  saat melakukan penjagaan  saat ibadah di vihara.

Hal ini mengambarkan  kebersamaan dalam keberagamaan dan memperkuat slogan tni Bersama rakyat.  Dan kebersamaan dan kedamaian, diartikan dalam eratan tangan  mereka yang berpegangan tangan yang tercipta di rumah ibadah.

Selain itu, jelmaan yang menyerupai  dewa uang yang menyimbolkan salah satu sifat leluhur mereka han tan ko. saya memotret saat berbagi dengan  muslim saat helaran cap go meh  hal tersebut mengambarkan kebersamaan dan kerukunan yang tercipta atas lintas agama, ras, suku dan etnis. Sebenarnya  saya pun  sudah memiliki  foto jelamaan itu di dalam vihara namun  kekuatan fotonya lebih dapat di  luar yang berbagi dengan  penonton.

masih hal yang sama, jelmaan yang menirukan  dewa uang yang dermawan salah sati ciri han tan ko. Yang berjoget  Bersama dengan  lengser ambu pesannya pun sama keceriaan dan kebersamaan.

Tentunya barongsai harus tetap ada dalam pagelaran cap go meh untuk foto karena salah satu  dari ciri kegiatan tersebut. Nah untuk mengambarkan tersebut saya melihat barongsai merah putih, aku pun memotret barongsai itu di depan vihara untuk menyimbolkan bahwa mereka masih dalam bagian Indonesia.

Penampilan atraksi Barongsai merah putih dalam perayaan Cap Go Meh 2020/2571 di Vihara Widhi Sakti Sukabumi

Sedangkan  foto dari atap Gedung,  mengambrkan keramaian acara tersebut yang bisa mengumpulkan banyak orang dari berbagai kalangan, Bersama menyaksikan keberagaman budaya di Indonesia.

Satu tanggapan untuk “Dibalik foto Cap Go Meh Sukabumi

  • Februari 29, 2020 pada 1:33 am
    Permalink

    Kang Iman fotonya keren-keren. Saya melihat kejelian Kang Iman dalam menangkap momen-momen yang barangkali banyak terlewat oleh fotografer lainnya, contoh seperti foto tangan bergandengan.

    Nah, kapan-kapan kalau ketemu, ajarin saya motret yang baik dan bener ya Kang. Cuma motretnya pake hp saja, karena saya tidak punya kamera nih.

    Salam bumiblogger.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *